Senin, 18 November 2013

Tugas Perkembangan Kehidupan pribadi, pendidikan dan Karier, dan Kehidupan Berkeluarga



Tugas Perkembangan Kehidupan pribadi, pendidikan dan Karier, dan Kehidupan Berkeluarga
A.    Perkembangan Kehidupan pribadi Sebagai Individu

1.      Pengertian Kehidupan Pribadi dan Karakteristik
            Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosia. Dalam kedudukan sebagai makhluk  individu , seseorang menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan diri pribadi, baik fisik maupun non fisik. Kebutuhan diri pribadi tersebut meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosiopsikologis. Dalam pertumbuhan fisiknya, manusia memerlukan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya. Kondisi fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seseorang.
            Kehidupan pribadi seseorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap serta memiliki ciri khusus yang unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek antara lain emosional, sosial psikologis, sosial budaya dan kemampuan intelektual.
            Kebutuhan fisik tiap orang perlu pemenuhan, misalnya bernafas dengan lega, perlu makanan enak dan cukup. Berkaitan dengan aspek sosio psikologis , setiap pribadi membutuhkan kemampuan untuk menguasai sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk bersosialisasi. Dengan demikian masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integrasi antara faktor fisik, sosial budaya dan faktor psikologis. Disamping itu seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya, baik dari keluarganya maupun dari luar keluarganya.

2.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi
            Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan berbagai aspek yang akan ditunjukkan dalam perilaku. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya. Perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis dipengaruhi oleh : status sosial ekonomi, filsafat hidup keluarga, dan pola hidup keluarga seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan dan ketertiban.  Perkembangan kehidupan seseorang ditentukan pula oleh faktor keturunan dan lingkungannya. Aliran natifisme menyatakan bahwa seorang indivudu akan menjadi “orang” sebagai mana adanya yang telah ditentukan oleh kemampuan dan sifatnya yang dibawa sejak ia dilahirkan. Sedangkan aliran empirisme menyatakan sebaliknya bahwa ia akan menjadi “manusia” seperti yang dikehendaki oleh lingkungannya . kedua aliran itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengauh lingkungan sama-sama mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadinya.

3.      Perbedaan Individu Dalam Perkembangan Pribadi 
            Lingkungan kehidupan sosial budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkunagn alamai maupun lingkunagn yang diciptakan untuk maksud membentuk pribadi anak-anak dan remaja masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda. Secara singkat, bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula sesuai lingkungan dimana mereka dibesarkan.

4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi Terhadap Tingkah Laku
            Tingkah laku seseorang juga dipengaruhi oleh hasil perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang. Dapat diakatakan bahwa jika saat perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara terpadu dan harmonis, maka dapat diharapkan tingkah laku yang merupakan pengejawantahan berbagai aspek priabadi itu akan baik. Kehidupan pribadi yang mantap memungkinkan seorang anak akan berperilaku mantap yaitu : mampu menghadapi dan memcahkan berbagai permasalahan dengan pengendalian emosi secara matang, tertib, disiplin dan penuh tanggung jawab.
5.      Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
            Proses pertumbuhan dan perkembangan perlu dipersiapkan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pembiasaan dalam hal :
a.       Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik
b.      Mengerjakan tugas secara praktis sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab
c.       Hidup bermasyarakat dengan memalkukan pergaulan dengan sesama
d.      Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi
e.       Mengikuti aturan keluargan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin
f.       Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluaraga
B.     Perkembangan Kehidupan  dan karier

1.      Pengertian Kehidupan Pendidikan dan Karier
      Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik dalam jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Kehidupan pendidikan yang dimaksud baik yang dialami oleh remaja didalam lingkungan keluarga, sekolah atau kehidupan masyarakat. Sedangkan kehidupan karier merupakan pengalaman seseorang dalam dunia kerja. Pada hakikatnya kehidupan anak didalam kehidupan merupakan awal kehidupan karier nya. Baik didalam kehidupan pendidikan maupun kehidupan karier, para remaja memperoleh pengalaman yang menggambarkan adanya pasang surut.

2.      Karakteristik Kehidupan Pendidikan dan Karier
      Cita-cita tentang jenis pekerjaan dimasa yang akan datang merupakan faktor penting yang mempengaruhi minat dan kebutuhannya untuk belajar. Dapat diakatakan bahwa remaja telah emiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan tertentu. Untuk itu remaja secara sadar telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis pekerjaan yang diidamkan itu memerlukan sarana pengetahuan dan keterampilan tertentu yang harus dimiliki.
a.       Lingkungan pendidkan keluarga
            Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak dan remaja. Pendidikan keluarga lebih menekankan pada aspek moral atau pembentyukan kepribadian dari pada pendidikan menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikan keluarga bersifat individual, sesuia dengan pandangan hidup keluarga masing-masing, sekalipun secara nasional bagi keluarga-keluarga bangsa indonesia memiliki dasra yang sama yaitu pancasila.
            Banyak corak dan pola penyelenggaraan pendidikan keluarga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 3 pola pendidikan yaitu, pendidikan otoriter, pendidikan demokratis dan pendidikan liberal.
b.      Masyarakat
            Anak remaja telah banyak mengenal krakteristik masyarakat dengan berbagai norma dan keragamannya. Kondisi mesyarakat yang amat beragam, tentu banyak hal yang harus di perhatikan dan diikuti oleh anggota masyarakat, dan dengan demikian para remaja perlu memahami hal itu. Dalam menjalankan fungsi pendidikan, masyarakat banyak membentuk kelompok-kelompok yang secara sengaja disediakan untuk anak remaja dalam upaya mempersiapkan hidupnya dikemudian hari.
c.       Sekolah
            Sekolah merupakan lingkungan arti fisial yang sengaja   diciptakan untuk membina anak-anak kearah tujuan tertentu, khususnya untuk memberikan kemampuan dan keterampilan sebagai bekal kehidupannya di kemudian hari.
            Bagi para remaja pendidikan jalur sekolah yang diikutinya adalah jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dimata remaja sekolah dipandang sebagai lembaga yang cukup berpengaruh terhadap terbentuknya konsep yang berkenaan dengan nasib mereka dikemudian hari. Kegagalan sekolah dipandangnya sebagai awal kegagalan hidupnya. Oleh karena itu remaja telah memikirkan benar-benar dalam memilih dan mendapatkan sekolah yang diperkirankan mampu memberikan peluang baik baginya dikemudian hari.pandangan ini didasari oelh berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, faktor sosial, dan harga diri.

3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan dan karier
a.       Faktor Sosial Ekonomi
            Kondisi sosial yang menggambarkan status orang tua merupakan faktor yang dilihat oleh anak untuk menentukan pilihan sekolah dan pekerjaan. Secara tidak lansung keberhasilan orang tuanya merupakan beban bagi anak sehingga dalam menentukan pilihan pendidikan tersirat untuk ikut mempertahankan kedudukan orang tuanya.

b.      Faktor Lingkungan
            Yang dimaksud lingkungan disisni meliputi tiaga macam. Pertama, lingkungan kehidupan masyarakat. Lingkungan kehidupan masyarakat akan membentuk sikap anak dalam menentukan pola kehidupan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi pemikirannya dalam menentukan jenis pendidikan dan karier yang diidamkan. Kedua, lingkungan kehidupan rumah tangga, kondisi sekolah merupakan lingkungan yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan dan cita-ciita karier remaja. Ketiga, lingkungan teman sebaya. Bahwa pergaulan teman sebaya akan memberikan pengaruh langsung terhadap kehidupan pendidikan masing-masing remaja. Lingkungan teman sebaya akan memberikan peluang remaja untuk menjadi lebih matang.
c.       Faktor Pandangan Hidup
            Pendangan hidup itu sendiri merupakan bagian yang terbentuk karena lingkungan. Pengejawantahan pandangan hidup tampak pada pendirian seseorang, terutama dalam menyatakan cita-cita hidupnya.

4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier terhadap tingkah laku dan sikap
      Pada jenjang pendidkan dasar yang kurikulumnya masih sangat umum, sekolah tersebut menyediakan pelajaran dasar yang belum bermakna sebagai pembekalan anak-anak untuk siap bekerja dan belum terarah kepemberian keterampilan tertentu untuk terjun  kedunia kerja didalam masyarakat. Hal ini dapat menimbulkan pandangan yang bermacam-macam bagi para remaja beserta  orang tua mereka, terutama bagi keluarga yang kurang mampu.

5.      Perbedaan individu dalam perkembangan pendidikan dan karier
      Tentang perkembangan intelek, bahwa pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan atau IQ. Dalam kenyataanya IQ setiap individu berbeda-beda, maka hal itu akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya didalam bidang pendidikan.
Berhubung kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karier, maka dengan perbedaan kehidupan pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa perbedaan indivudual didalm kehidupan kariernya.

6.      Upaya Pengembangan Kehidupan pendidikan dan Karier
      Menghadapi tiga lingkungan yang berbeda-beda, dapat menyebabkan peserta didik mengalami kebingungan untuk mengikutinya. Untuk itu, hubungan antara tiga pelaksana pendidikan itu satu sama lain harus mengadakan pendekatan untuk mencapai keharmonisan program.
      Tetapi dibalik itu diakui bahwa tidak semua remaja telah siap menghadapi kondisi masyarakat yang terus berkembang. Akibatnya mereka belum memilki konsep kehidupan masa depan. Hal ini akan berakibat bahwa mereka tampak tidak memilioki pendirian, mengalami kesulitan memilih jenis pekerjaan dan banyak mengikuti serta tergantung kepada kelompok.
a.       Perkembangan karier remaja
            Pendidikan merupakan persiapan menuju suatu karier, sedangkan dalam arti luas, pendidikan itu merupakan bagian dari proses perkembangan karier remaja. Menurut Ginzberg perkembangan kariernya telah mencapai pada periode pilihan tentatif dan sebagian berada pada periode pilihan realistis, sedangkan menurut Super perkembangan karier anak remaja itu berada pada tahap eksplorasi, terutama subtahap  tentatif dan sebagian dari subtahap transisi.
1.      Tahap minat (Umur 11-12 tahun )
Remaja sudah mulai mempunyai rencana dan kemungkinan pilihan karier yang didasarkan pada minat.
2.      Tahap kapasitas ( Umur 12-14 tahun )
Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadinya sebagai pertimbangan dalam melakukan pilihan dan rencana-rencana karier.
3.      Tahap nilai (umur 15-16 tahun )
Anak mulai melihat apa yang sesungguhnya penting bagi dirinya, tahu perbedaan konsepsi tentang berbagai hidup yang disiapkan oleh pekerjaan, kesadaran akan pentingnya waktu mulai berkembang.
4.      Tahap transisi (umur 17-18 tahun )
Dallam rahap ini remaja mulai bergerak dari pertimbangan-pertimbangan realistis yang masih berada di pinggir kesadaran kedalam posisi yang lebih sentral.
b.      Masalah yang dihadapi
            Dalam proses perkembnagan karier remaja sering mengalami berbagai masalah dan hambatan, yang berasal dari dalam dirinya sendiri, dari luar dirinya atau dari lingkungan ataupun kedua duanya. Oleh karena itu, untuk mengahdapi remaja yang mengalami masalah atau kesulitan dalam memilih karier, Shertzer menyarankan hal-hal berikut :
1.      Pelajari dirimu sendiri
2.      Dibidang apa yang pali kamu sreg
3.      Tulisalah rencan dan cita-citamu secara formal
4.      Biasakan dirimu dengan tuntutan pekerjaan tertentu yang kamu minati
5.      Tinjau dan bicarakan lagi rencan kariermu itu dengan orang lain
6.      Jika ternyata pilihan kariermu tidak cocok hentikan.
Untuk mengatsai masalah perkembangan dan pilihan karier, layanan bimbingan karier dilakukan melalui kegiatan  :
a.       Pemahaman diri
b.      Pemahaman lingkungan
c.       Cara-cara mengatasi masalah dan hambatan  dalam perencanaan dan pemilihan karier
d.      Rencana masa depan
e.       Usaha penyaluran,  penempatan, pengaturan, dan penyesuaian.

C.    Tugas Perkembangan remaja Berkenaan dengan Kehidupan berkeluarga
1.      Pengertian kehidupan berkeluarga
      Secara biologis pertumbuhan remaja telah mencapai kematangan seksual,yang berarti bahwa secra biologis remaja telah siap melakukan fungsi produksi. Kematangan fungsi seksual tersebut berpengaruh terhadap dorongan seksual remaja dan telah mulai tertarik kepada lawan jenis. Garrison menyatakan bahwa dorongan seksual pada masa remaja adalah cukup kuat, sehingga perlu dipersiapkan secara matang tentang hal-hal yang berhubungan dengan perkawinan, karrena masalah tersebut mendasari pemikiran mereka untuk mulai menetapkan pasangan hidupnya.
      Berkenaan dengan upaya untuk menetapkan pilihan pasangan hidup, perkembangan social psikologis remaja ditandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan berbagi cara ditunjukan dalam bentuk prilaku.

2.      Timbulnya cinta dan Jatuh Cinta
      Hampir setiap pemuda mempunyai dua tujuan utama,pertama menemukan jenis pekerjaan yang sesuai ,kedua menikah dan membangun sebuah rumah tangga . mulai saat itu lelaki atau wanita telah berangan-angan untuk menemukan pasangan yang ideal. Gejala prilaku setiap orang yang jatuh cinta tidak selalu sama dan mungkin seorang remaja telah memulai mempelajari peran seksual lebih baik di bandingkan remaja lain dan sebaliknya.
      Para ahli ilmu jiwa social sependapat bahwa konsepsi yang menentukan saling tertariknya antara person relevan dengan upaya menciptakan hubungan yang akrab dan hal itu berlangsung dalam kurun waktu yang relative panjang. Hal ini dipengaruhi banyak hal antara lain : penampilan masa kini,antisipasi masa depan ,pertimbangan biaya,dan hal yang berkaitan denag peranan masing-masing pihak dalam mengawali dan menjaga hubungan satu sama lain. Secord dan Backman menyatakan bahwa menciptakan hubungan yang intim,dicapai melalui tiga tahap, yaitu : 1.tahap eksplorasi 2. Tahap penawaran 3. Tahap komitmen.
Dapat diidentifikasiakan perubahan-perubahan perilaku remaja dalam melakukan pergaulan dengan lawan jenis.perubahan perilaku ini telah dikemukakan secra ringkas oleh Burgess dan Hustob sebagai berikut :
1.      Mereka lebih sering berhubungan dalam periode waktu yang agak lama.
2.      Mereka mencapai pendekatan bila berpisah dan merasa ada peningkatan berhubungan bila bertemu kembali.
3.      Mereka terbuka satu sama lain tentang perasaan yang mereka rahasiakan dan secra fisik menunjukan keakraban.
4.      Mereka menjadi lebih terbiasa dan saling berbagi perasaan suka dan duka
5.      Mereka mengembangkan system komunikasi mereka sendiri, dan komunikasi itu meningkat lebih efisien.
6.      Dst…

3.      Masyarakat dan Perkawinan
      Pemilihan pasangan hidup yang berakhir dengan perkawinan, berarti merupakan pertanda terbentuknya inti kekeluargaan atau perluasan atau kelanjutan tentang pemekaran keluarga. Perkawinan antara laki-laki dan wanita tidak dengan begitu saja dapat terjadi, walaupun masing-masing dapat berpendapat bahwa hal itu dirasakan sebagai hal yang “bebas”. Kenyataannya setiap masyarakat didunia memiliki norma berkenaan dengan masalah perkawinan. Dengan pengertian ini berarti bahwa perkawinan antara pria dan wanita bukan saja masalah yang didorong oleh faktor biologis, melainkan diatur oleh berbagai aturan atau norma yang berlaku didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Eshlemandan Cashion ( 1983:311) menyatakan bahwa norma perkawinan yang berlaku disetiap masyarakat dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu exogamy dan indogamy. Dalam exogamy, norma yang hampir berlaku secara universal, seperti larangan kawin antara laki-laki dan wanita dari satu ibu, satu bapak, kawin antara saudara sekandung, perkawinan antar saudara sepupu, perkawinan sama jenis, dan sebagainya.
      Disamping faktor fisik ( biologis) dan psikologis, faktor-faktor lain yang dijadikan pertimbangan dalam menetapkan calon pasangan hidup adalah kesamaan-kesamaan dalam hal : ras, bangsa, agama, dan status sosial ekonomi. Khusus tentang faktor sosial ekonomi mencakup berbagai aspek, antara lain misalnya menyangkut masalah pergaulan dan pekerjaan. Remaja telah banyak memiliki pengalaman dan memperhatikan serta belajar dari keadaan lingkungan. Lingkungan kehidupan keluarag yang digelar dilingkungannya sangat majemuk. Baik dilihat dari kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, maupun agama dan kebudayaan. Atas dasar itu, secara  psikologis remaja banyak menerima pengaruh dari lingkungan tentang kehidupan berkeluarga. Hal semacam ini dengan sendirinya akan dapat membentuk  sikap dan cita-cita tentang kehidupan berkeluarga (yang dibayangkan ) dimasa yang akan datang dan berpengaruh dalam kriteria penetapan pasangan hidupnya.

D.    Implikasi Tugas-tugas Perkambangan Reamaja Dalam Penyelenggaraan Pendidikan

a.       Pendidikan yang berklaku di Indonesia, baik pendidikan yang diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk klasikal. Penyelenggaraan pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua remaja yang tergabung didalam kelas, sekalipun masing-masing diantara mereka sangat berbeda-beda.

b.      Beberapa usaha yang perlu dilakukan didalam penyelenggaraan pendidikan, sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-cita kehidupannya antara lain adalah :
1.      Bimbingan karier dalam upaya mengarahkan siwa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan dan jenis pekerjaan  sesuai dengan kemampuannya.
2.      Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan berorientasi kepada kondisi (tuntutan) Lingkungan.
3.      Penyusunan kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan kurikulum muatan lokal.

c.       Kebersihan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya. Untuk menegmbangkan modeln keluarga yang idel perlu dilakukan :
1.      Bimbingan tentang cara pergaulan dan mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi pekerti dan pendidikan keluarga.
2.      Bimbingan siswa untuk memahami norma yang berlaku baik di dalam keluarga, sekolah, maupun didlam masyarakat. Untuk kepentingan ini diperlukan arahan untuk kebebasan emosional dari orang tua.




















Pertanyaan
1.      Bagaimanakah upaya yang dapat dilakukan untuk perkembangan kehidupan pribadi yang akan memberikan pengaruh terhadap tingkah laku ?
2.      Jelaskan peranan keluarga, masyarakat dan  sekolah dalam perkembangan kehidupan pendidikan dan karier dari seorang anak !
3.      Bagaimanakah tindakan tindakan yang harus dilakukan seorang remaja untuk perkembangannya yang berkenaan dengan kehidupan berkeluarga ?