Tugas Perkembangan Kehidupan pribadi, pendidikan dan
Karier, dan Kehidupan Berkeluarga
A. Perkembangan Kehidupan pribadi
Sebagai Individu
1.
Pengertian Kehidupan Pribadi dan
Karakteristik
Pada hakikatnya manusia merupakan
pribadi yang utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu dan makhluk
sosia. Dalam kedudukan sebagai makhluk
individu , seseorang menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki
kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan diri pribadi, baik fisik maupun
non fisik. Kebutuhan diri pribadi tersebut meliputi kebutuhan fisik dan
kebutuhan sosiopsikologis. Dalam pertumbuhan fisiknya, manusia memerlukan
kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya. Kondisi
fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seseorang.
Kehidupan pribadi seseorang individu
merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap serta memiliki ciri khusus yang unik.
Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek antara lain emosional,
sosial psikologis, sosial budaya dan kemampuan intelektual.
Kebutuhan fisik tiap orang perlu
pemenuhan, misalnya bernafas dengan lega, perlu makanan enak dan cukup.
Berkaitan dengan aspek sosio psikologis , setiap pribadi membutuhkan kemampuan
untuk menguasai sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk
bersosialisasi. Dengan demikian masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk
integrasi antara faktor fisik, sosial budaya dan faktor psikologis. Disamping
itu seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga
dirinya, baik dari keluarganya maupun dari luar keluarganya.
2.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi menyangkut
perkembangan berbagai aspek yang akan ditunjukkan dalam perilaku. Faktor utama
yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta
berbagai aspeknya. Perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis
dipengaruhi oleh : status sosial ekonomi, filsafat hidup keluarga, dan pola hidup
keluarga seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan dan
ketertiban. Perkembangan kehidupan
seseorang ditentukan pula oleh faktor keturunan dan lingkungannya. Aliran
natifisme menyatakan bahwa seorang indivudu akan menjadi “orang” sebagai mana adanya
yang telah ditentukan oleh kemampuan dan sifatnya yang dibawa sejak ia
dilahirkan. Sedangkan aliran empirisme menyatakan sebaliknya bahwa ia akan
menjadi “manusia” seperti yang dikehendaki oleh lingkungannya . kedua aliran
itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengauh lingkungan sama-sama mempunyai
pengaruh terhadap perkembangan pribadinya.
3.
Perbedaan Individu Dalam Perkembangan
Pribadi
Lingkungan kehidupan sosial budaya
yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen.
Baik lingkunagn alamai maupun lingkunagn yang diciptakan untuk maksud membentuk
pribadi anak-anak dan remaja masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Secara singkat, bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula
sesuai lingkungan dimana mereka dibesarkan.
4.
Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi
Terhadap Tingkah Laku
Tingkah laku seseorang juga
dipengaruhi oleh hasil perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam
perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang. Dapat
diakatakan bahwa jika saat perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara
terpadu dan harmonis, maka dapat diharapkan tingkah laku yang merupakan
pengejawantahan berbagai aspek priabadi itu akan baik. Kehidupan pribadi yang
mantap memungkinkan seorang anak akan berperilaku mantap yaitu : mampu
menghadapi dan memcahkan berbagai permasalahan dengan pengendalian emosi secara
matang, tertib, disiplin dan penuh tanggung jawab.
5.
Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Proses pertumbuhan dan perkembangan
perlu dipersiapkan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pembiasaan dalam hal
:
a. Hidup
sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik
b. Mengerjakan
tugas secara praktis sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab
c. Hidup
bermasyarakat dengan memalkukan pergaulan dengan sesama
d. Cara-cara
pemecahan masalah yang dihadapi
e. Mengikuti
aturan keluargan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin
f. Melakukan
peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluaraga
B. Perkembangan Kehidupan dan karier
1. Pengertian
Kehidupan Pendidikan dan Karier
Kehidupan
pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang
hidupnya, baik dalam jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Kehidupan
pendidikan yang dimaksud baik yang dialami oleh remaja didalam lingkungan
keluarga, sekolah atau kehidupan masyarakat. Sedangkan kehidupan karier
merupakan pengalaman seseorang dalam dunia kerja. Pada hakikatnya kehidupan
anak didalam kehidupan merupakan awal kehidupan karier nya. Baik didalam
kehidupan pendidikan maupun kehidupan karier, para remaja memperoleh pengalaman
yang menggambarkan adanya pasang surut.
2. Karakteristik
Kehidupan Pendidikan dan Karier
Cita-cita
tentang jenis pekerjaan dimasa yang akan datang merupakan faktor penting yang
mempengaruhi minat dan kebutuhannya untuk belajar. Dapat diakatakan bahwa
remaja telah emiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan tertentu. Untuk
itu remaja secara sadar telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis
pekerjaan yang diidamkan itu memerlukan sarana pengetahuan dan keterampilan
tertentu yang harus dimiliki.
a. Lingkungan
pendidkan keluarga
Keluarga
merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak dan remaja.
Pendidikan keluarga lebih menekankan pada aspek moral atau pembentyukan
kepribadian dari pada pendidikan menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan
penyelenggaraan pendidikan keluarga bersifat individual, sesuia dengan
pandangan hidup keluarga masing-masing, sekalipun secara nasional bagi
keluarga-keluarga bangsa indonesia memiliki dasra yang sama yaitu pancasila.
Banyak
corak dan pola penyelenggaraan pendidikan keluarga yang secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi 3 pola pendidikan yaitu, pendidikan otoriter,
pendidikan demokratis dan pendidikan liberal.
b. Masyarakat
Anak
remaja telah banyak mengenal krakteristik masyarakat dengan berbagai norma dan
keragamannya. Kondisi mesyarakat yang amat beragam, tentu banyak hal yang harus
di perhatikan dan diikuti oleh anggota masyarakat, dan dengan demikian para
remaja perlu memahami hal itu. Dalam menjalankan fungsi pendidikan, masyarakat
banyak membentuk kelompok-kelompok yang secara sengaja disediakan untuk anak
remaja dalam upaya mempersiapkan hidupnya dikemudian hari.
c. Sekolah
Sekolah
merupakan lingkungan arti fisial yang sengaja
diciptakan untuk membina anak-anak kearah tujuan tertentu, khususnya
untuk memberikan kemampuan dan keterampilan sebagai bekal kehidupannya di
kemudian hari.
Bagi
para remaja pendidikan jalur sekolah yang diikutinya adalah jenjang pendidikan
dasar dan pendidikan menengah. Dimata remaja sekolah dipandang sebagai lembaga
yang cukup berpengaruh terhadap terbentuknya konsep yang berkenaan dengan nasib
mereka dikemudian hari. Kegagalan sekolah dipandangnya sebagai awal kegagalan
hidupnya. Oleh karena itu remaja telah memikirkan benar-benar dalam memilih dan
mendapatkan sekolah yang diperkirankan mampu memberikan peluang baik baginya
dikemudian hari.pandangan ini didasari oelh berbagai faktor, seperti faktor
ekonomi, faktor sosial, dan harga diri.
3. Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan kehidupan dan karier
a. Faktor
Sosial Ekonomi
Kondisi
sosial yang menggambarkan status orang tua merupakan faktor yang dilihat oleh
anak untuk menentukan pilihan sekolah dan pekerjaan. Secara tidak lansung
keberhasilan orang tuanya merupakan beban bagi anak sehingga dalam menentukan
pilihan pendidikan tersirat untuk ikut mempertahankan kedudukan orang tuanya.
b. Faktor
Lingkungan
Yang
dimaksud lingkungan disisni meliputi tiaga macam. Pertama, lingkungan kehidupan
masyarakat. Lingkungan kehidupan masyarakat akan membentuk sikap anak dalam
menentukan pola kehidupan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi pemikirannya
dalam menentukan jenis pendidikan dan karier yang diidamkan. Kedua, lingkungan
kehidupan rumah tangga, kondisi sekolah merupakan lingkungan yang langsung
berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan dan cita-ciita karier remaja. Ketiga,
lingkungan teman sebaya. Bahwa pergaulan teman sebaya akan memberikan pengaruh
langsung terhadap kehidupan pendidikan masing-masing remaja. Lingkungan teman
sebaya akan memberikan peluang remaja untuk menjadi lebih matang.
c. Faktor
Pandangan Hidup
Pendangan
hidup itu sendiri merupakan bagian yang terbentuk karena lingkungan.
Pengejawantahan pandangan hidup tampak pada pendirian seseorang, terutama dalam
menyatakan cita-cita hidupnya.
4. Pengaruh
Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier terhadap tingkah laku dan sikap
Pada
jenjang pendidkan dasar yang kurikulumnya masih sangat umum, sekolah tersebut
menyediakan pelajaran dasar yang belum bermakna sebagai pembekalan anak-anak
untuk siap bekerja dan belum terarah kepemberian keterampilan tertentu untuk
terjun kedunia kerja didalam masyarakat.
Hal ini dapat menimbulkan pandangan yang bermacam-macam bagi para remaja
beserta orang tua mereka, terutama bagi
keluarga yang kurang mampu.
5. Perbedaan
individu dalam perkembangan pendidikan dan karier
Tentang
perkembangan intelek, bahwa pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh
tingkat kecerdasan atau IQ. Dalam kenyataanya IQ setiap individu berbeda-beda,
maka hal itu akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya didalam bidang
pendidikan.
Berhubung kehidupan pendidikan
merupakan bagian awal dari kehidupan karier, maka dengan perbedaan kehidupan
pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa perbedaan indivudual didalm
kehidupan kariernya.
6. Upaya
Pengembangan Kehidupan pendidikan dan Karier
Menghadapi
tiga lingkungan yang berbeda-beda, dapat menyebabkan peserta didik mengalami
kebingungan untuk mengikutinya. Untuk itu, hubungan antara tiga pelaksana
pendidikan itu satu sama lain harus mengadakan pendekatan untuk mencapai
keharmonisan program.
Tetapi
dibalik itu diakui bahwa tidak semua remaja telah siap menghadapi kondisi
masyarakat yang terus berkembang. Akibatnya mereka belum memilki konsep
kehidupan masa depan. Hal ini akan berakibat bahwa mereka tampak tidak memilioki
pendirian, mengalami kesulitan memilih jenis pekerjaan dan banyak mengikuti
serta tergantung kepada kelompok.
a. Perkembangan
karier remaja
Pendidikan
merupakan persiapan menuju suatu karier, sedangkan dalam arti luas, pendidikan
itu merupakan bagian dari proses perkembangan karier remaja. Menurut Ginzberg
perkembangan kariernya telah mencapai pada periode pilihan tentatif dan
sebagian berada pada periode pilihan realistis, sedangkan menurut Super
perkembangan karier anak remaja itu berada pada tahap eksplorasi, terutama
subtahap tentatif dan sebagian dari
subtahap transisi.
1. Tahap
minat (Umur 11-12 tahun )
Remaja sudah mulai mempunyai
rencana dan kemungkinan pilihan karier yang didasarkan pada minat.
2. Tahap
kapasitas ( Umur 12-14 tahun )
Remaja mulai menggunakan
keterampilan dan kemampuan pribadinya sebagai pertimbangan dalam melakukan
pilihan dan rencana-rencana karier.
3. Tahap
nilai (umur 15-16 tahun )
Anak mulai melihat apa yang
sesungguhnya penting bagi dirinya, tahu perbedaan konsepsi tentang berbagai
hidup yang disiapkan oleh pekerjaan, kesadaran akan pentingnya waktu mulai
berkembang.
4. Tahap
transisi (umur 17-18 tahun )
Dallam rahap ini remaja mulai
bergerak dari pertimbangan-pertimbangan realistis yang masih berada di pinggir
kesadaran kedalam posisi yang lebih sentral.
b. Masalah
yang dihadapi
Dalam
proses perkembnagan karier remaja sering mengalami berbagai masalah dan
hambatan, yang berasal dari dalam dirinya sendiri, dari luar dirinya atau dari
lingkungan ataupun kedua duanya. Oleh karena itu, untuk mengahdapi remaja yang
mengalami masalah atau kesulitan dalam memilih karier, Shertzer menyarankan
hal-hal berikut :
1. Pelajari
dirimu sendiri
2. Dibidang
apa yang pali kamu sreg
3. Tulisalah
rencan dan cita-citamu secara formal
4. Biasakan
dirimu dengan tuntutan pekerjaan tertentu yang kamu minati
5. Tinjau
dan bicarakan lagi rencan kariermu itu dengan orang lain
6. Jika
ternyata pilihan kariermu tidak cocok hentikan.
Untuk mengatsai masalah
perkembangan dan pilihan karier, layanan bimbingan karier dilakukan melalui
kegiatan :
a. Pemahaman
diri
b. Pemahaman
lingkungan
c. Cara-cara
mengatasi masalah dan hambatan dalam
perencanaan dan pemilihan karier
d. Rencana
masa depan
e. Usaha
penyaluran, penempatan, pengaturan, dan
penyesuaian.
C. Tugas Perkembangan remaja Berkenaan
dengan Kehidupan berkeluarga
1. Pengertian
kehidupan berkeluarga
Secara
biologis pertumbuhan remaja telah mencapai kematangan seksual,yang berarti
bahwa secra biologis remaja telah siap melakukan fungsi produksi. Kematangan
fungsi seksual tersebut berpengaruh terhadap dorongan seksual remaja dan telah
mulai tertarik kepada lawan jenis. Garrison menyatakan bahwa dorongan seksual
pada masa remaja adalah cukup kuat, sehingga perlu dipersiapkan secara matang
tentang hal-hal yang berhubungan dengan perkawinan, karrena masalah tersebut
mendasari pemikiran mereka untuk mulai menetapkan pasangan hidupnya.
Berkenaan
dengan upaya untuk menetapkan pilihan pasangan hidup, perkembangan social
psikologis remaja ditandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan berbagi cara
ditunjukan dalam bentuk prilaku.
2. Timbulnya
cinta dan Jatuh Cinta
Hampir
setiap pemuda mempunyai dua tujuan utama,pertama menemukan jenis pekerjaan yang
sesuai ,kedua menikah dan membangun sebuah rumah tangga . mulai saat itu lelaki
atau wanita telah berangan-angan untuk menemukan pasangan yang ideal. Gejala
prilaku setiap orang yang jatuh cinta tidak selalu sama dan mungkin seorang
remaja telah memulai mempelajari peran seksual lebih baik di bandingkan remaja
lain dan sebaliknya.
Para
ahli ilmu jiwa social sependapat bahwa konsepsi yang menentukan saling
tertariknya antara person relevan dengan upaya menciptakan hubungan yang akrab
dan hal itu berlangsung dalam kurun waktu yang relative panjang. Hal ini
dipengaruhi banyak hal antara lain : penampilan masa kini,antisipasi masa depan
,pertimbangan biaya,dan hal yang berkaitan denag peranan masing-masing pihak
dalam mengawali dan menjaga hubungan satu sama lain. Secord dan Backman
menyatakan bahwa menciptakan hubungan yang intim,dicapai melalui tiga tahap, yaitu
: 1.tahap eksplorasi 2. Tahap penawaran 3. Tahap komitmen.
Dapat diidentifikasiakan
perubahan-perubahan perilaku remaja dalam melakukan pergaulan dengan lawan
jenis.perubahan perilaku ini telah dikemukakan secra ringkas oleh Burgess dan
Hustob sebagai berikut :
1. Mereka
lebih sering berhubungan dalam periode waktu yang agak lama.
2. Mereka
mencapai pendekatan bila berpisah dan merasa ada peningkatan berhubungan bila
bertemu kembali.
3. Mereka
terbuka satu sama lain tentang perasaan yang mereka rahasiakan dan secra fisik
menunjukan keakraban.
4. Mereka
menjadi lebih terbiasa dan saling berbagi perasaan suka dan duka
5. Mereka
mengembangkan system komunikasi mereka sendiri, dan komunikasi itu meningkat
lebih efisien.
6. Dst…
3. Masyarakat
dan Perkawinan
Pemilihan
pasangan hidup yang berakhir dengan perkawinan, berarti merupakan pertanda
terbentuknya inti kekeluargaan atau perluasan atau kelanjutan tentang pemekaran
keluarga. Perkawinan antara laki-laki dan wanita tidak dengan begitu saja dapat
terjadi, walaupun masing-masing dapat berpendapat bahwa hal itu dirasakan
sebagai hal yang “bebas”. Kenyataannya setiap masyarakat didunia memiliki norma
berkenaan dengan masalah perkawinan. Dengan pengertian ini berarti bahwa
perkawinan antara pria dan wanita bukan saja masalah yang didorong oleh faktor
biologis, melainkan diatur oleh berbagai aturan atau norma yang berlaku didalam
kehidupan sosial kemasyarakatan. Eshlemandan Cashion ( 1983:311) menyatakan
bahwa norma perkawinan yang berlaku disetiap masyarakat dapat dibedakan menjadi
dua kategori, yaitu exogamy dan indogamy. Dalam exogamy, norma yang
hampir berlaku secara universal, seperti larangan kawin antara laki-laki dan
wanita dari satu ibu, satu bapak, kawin antara saudara sekandung, perkawinan
antar saudara sepupu, perkawinan sama jenis, dan sebagainya.
Disamping
faktor fisik ( biologis) dan psikologis, faktor-faktor lain yang dijadikan
pertimbangan dalam menetapkan calon pasangan hidup adalah kesamaan-kesamaan
dalam hal : ras, bangsa, agama, dan status sosial ekonomi. Khusus tentang
faktor sosial ekonomi mencakup berbagai aspek, antara lain misalnya menyangkut
masalah pergaulan dan pekerjaan. Remaja telah banyak memiliki pengalaman dan
memperhatikan serta belajar dari keadaan lingkungan. Lingkungan kehidupan
keluarag yang digelar dilingkungannya sangat majemuk. Baik dilihat dari kondisi
ekonomi, tingkat pendidikan, maupun agama dan kebudayaan. Atas dasar itu,
secara psikologis remaja banyak menerima
pengaruh dari lingkungan tentang kehidupan berkeluarga. Hal semacam ini dengan
sendirinya akan dapat membentuk sikap
dan cita-cita tentang kehidupan berkeluarga (yang dibayangkan ) dimasa yang
akan datang dan berpengaruh dalam kriteria penetapan pasangan hidupnya.
D. Implikasi Tugas-tugas Perkambangan
Reamaja Dalam Penyelenggaraan Pendidikan
a. Pendidikan
yang berklaku di Indonesia, baik pendidikan yang diselenggarakan di dalam
sekolah maupun di luar sekolah. Pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk
klasikal. Penyelenggaraan pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama
semua tindakan pendidikan kepada semua remaja yang tergabung didalam kelas,
sekalipun masing-masing diantara mereka sangat berbeda-beda.
b. Beberapa
usaha yang perlu dilakukan didalam penyelenggaraan pendidikan, sehubungan
dengan minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-cita
kehidupannya antara lain adalah :
1. Bimbingan
karier dalam upaya mengarahkan siwa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan
dan jenis pekerjaan sesuai dengan
kemampuannya.
2. Memberikan
latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan berorientasi kepada kondisi
(tuntutan) Lingkungan.
3. Penyusunan
kurikulum yang komprehensif dengan mengembangkan kurikulum muatan lokal.
c. Kebersihan
dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak ditentukan oleh
pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya.
Untuk menegmbangkan modeln keluarga yang idel perlu dilakukan :
1. Bimbingan
tentang cara pergaulan dan mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi
pekerti dan pendidikan keluarga.
2. Bimbingan
siswa untuk memahami norma yang berlaku baik di dalam keluarga, sekolah, maupun
didlam masyarakat. Untuk kepentingan ini diperlukan arahan untuk kebebasan
emosional dari orang tua.
Pertanyaan
1. Bagaimanakah
upaya yang dapat dilakukan untuk perkembangan kehidupan pribadi yang akan
memberikan pengaruh terhadap tingkah laku ?
2. Jelaskan
peranan keluarga, masyarakat dan sekolah
dalam perkembangan kehidupan pendidikan dan karier dari seorang anak !
3. Bagaimanakah
tindakan tindakan yang harus dilakukan seorang remaja untuk perkembangannya
yang berkenaan dengan kehidupan berkeluarga ?