BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kimia inti adalah ilmu yang mempelajari struktur
inti dan bagaimana struktur ini mempengaruhi kestabilan inti serta peristiwa
ini seperti keradioaktifan alam dan transmutasi inti. Dalam kaitan ini adalah
sukar untuk membedakan antara kimia inti dan fisika inti.
Bidang ilmu kimia yang mempelajari efek radiasi dari
radioisotop pada materi serta perubahan
dalam materi disebut kimia
radiasi.
Penggunaan teknik-teknik kimia dalam mempelajari zat
radioaktif dan pengaruh kimiawi dari zat radioaktif dapat dipelajari dalam
bidang radiokimia.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa
perbedaan Kimia Inti dengan Radiokimia ?
2. Bagaimana
menjelaskan Radioaktivitas pada inti
atom ?
3. Apa
saja penyusun inti pada suatu atom?
4. Apa
yang dimaksud dengan Nuklida dan pengelompokkannya?
5. Bagaimana
menjelaskan perbedaan reaksi kimia dan reaksi inti?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
perbedaan Kimia Inti dan Radiokimia
2. Menjelaskan
Radioaktivitas pada inti atom
3. Mengetahui
penyusun inti pada suatu atom
4. Mengetahui
definisi Nuklida beserta pengelompokkannya
5. Menjelaskan perbedaan reaksi kimia dan reaksi inti
BAB II
PEMBAHASAN
I.
Perbedaan Kimia Inti dengan Radiokimia
Kimia
inti adalah kajian mengenai
perubahan-perubahan dalam inti atom. Perubahan ini disebut reaksi inti.
Peluruhan radioaktif dan transmutasi inti merupakan reaksi inti.
Radiokimia mempelajari penggunaan
teknik-teknik kimia dalam mengkaji zat radioaktif dan pengaruh kimiawi dari
radiasi zat radioaktif tersebut. Semua unsur yang memiliki nomor atom lebih
besar dari 83 adalah radioaktif.
Peluruhan radioaktif terjadi melalui
pemancaran partikel dasar secara spontan.
Contoh:
polonium-210 meluruh spontan menjadi timbal-206 dengan memancarkan sebuah
partikel α.
Transmutasi inti dihasilkan dari
pemboman inti oleh neutron, proton, atau inti lain.
Contoh:
konversi nitrogen-14 atmosfer menjadi karbon-14 dan hidrogen(Anonim.2011).
II.
Radioaktivitas
1. Definisi radioaktivitas
Radioaktivitas adalah kemampuan inti
atom yang tak-stabil untuk memancarkan radiasi dan berubah menjadi inti stabil.
Proses perubahan ini disebut peluruhan dan inti atom yang tak-stabil disebut
radionuklida. Materi yang mengandung radionuklida disebut zat radioaktif.
Peluruhan ialah perubahan inti atom
yang tak-stabil menjadi inti atom yang lain, atau berubahnya suatu unsur
radioaktif menjadi unsur yang lain.
Radioaktivitas ditemukan oleh H.
Becquerel pada tahun 1896. Becquerel menamakan radiasi dengan uranium. Dua
tahun setelah itu, Marie Curie meneliti radiasi uranium dengan menggunakan alat
yang dibuat oleh Pierre Curie, yaitu pengukur listrik piezo (lempengan kristal
yang biasanya digunakan untuk pengukuran arus listrik lemah), dan Marie Curie
berhasil membuktikan bahwa kekuatan radiasi uranium sebanding dengan jumlah
kadar uranium yang dikandung dalam campuran senyawa uranium. Disamping itu,
Marie Curie juga menemukan bahwa peristiwa peluruhan tersebut tidak dipengaruhi
oleh suhu atau tekanan, dan radiasi uranium dipancarkan secara spontan dan
terus menerus tanpa bisa dikendalikan. Marie Curie juga meneliti campuran
senyawa lain, dan menemukan bahwa campuran senyawa thorium juga memancarkan
radiasi yang sama dengan campuran senyawa uranium, dan sifat pemancaran radiasi
seperti ini diberi nama radioaktivitas.
Pada tahun 1898, ia menemukan unsur
baru yang sifatnya mirip dengan bismut. Unsur baru ini dinamakan polonium
diambil dari nama negara asal Marie Curie, yaitu Polandia. Setelah itu H.
Becquerel dan Marie Curie melanjutkan penelitiannya dengan menganalisis pitch
blend (bijih uranium). Mereka berpendapat bahwa di dalam pitch blend terdapat unsur yang radioaktivitasnya
lebih kuat daripada uranium atau polonium. Pada tahun yang sama mereka
mengumumkan bahwa ada unsur radioaktif yang sifatnya mirip dengan barium. Unsur
baru ini dinamakan radium (Ra),
yang artinya benda
yang memancarkan radiasi.
Detail dari penemuan ini dapat
dilihat pada pokok bahasan tentang Penemuan Radioaktivitas Alam.
2. Waktu Paro
Waktu paro (t½) adalah waktu yang
diperlukan oleh suatu radionuklida untuk meluruh sehingga jumlahnya tinggal
setengahnya. Radiasi radionuklida mempunyai sifat yang khas (unik) untuk
masing-masing inti. Peristiwa pemancaran radiasi suatu radionuklida sulit untuk
ditentukan, tetapi untuk sekumpulan inti yang sama, keboleh jadian peluruhannya
dapat diperkirakan. Waktu paro bersifat
khas terhadap setiap jenis inti.
Laju pancaran radiasi dalam satuan
waktu disebut konstanta peluruhan (ƛ) dan secara matematik hubungan antara ƛ
dan t½ dinyatakan dengan
ƛ
= 0,693/ t½
3. Radioaktivitas
alam dan buatan
Berdasarkan asalnya,
radioaktivitas dikelompokkan menjadi
radioaktivitas alam dan
radioaktivitas buatan, yaitu hasil kegiatan yang dilakukan manusia. Dalam
radioaktivitas alam, ada yang berasal dari alam dan dari radiasi kosmik.
Radioaktivitas buatan dipancarkan oleh radioisotop yang sengaja dibuat manusia,
dan berbagai jenis radionuklida dibuat sesuai dengan penggunaannya.
4. Radioaktivitas
alam
4.1 Radioaktivitas
primordial
Pada
litosfer, banyak terdapat inti radioaktif yang sudah ada bersamaan dengan
terjadinya bumi, yang tersebar secara luas yang disebut radionuklida alam.
Radionuklida alam banyak terkandung dalam berbagai macam materi dalam
lingkungan, misalnya dalam air, tumbuhan, kayu, bebatuan, dan bahan bangunan.
Radionuklida primordial dapat ditemukan juga di dalam tubuh mausia. Terutama radioisotop
yang terkandung dalam kalium alam. Uraian lengkap mengenai radioaktivitas alam
dijelaskan pada pokok bahasan "inti radioaktif alam (08-01-01-02)".
4.2 Radioaktivitas
yang berasal dari radiasi kosmik
Pada
saat radiasi kosmik masuk ke dalam atmosfer bumi, terjadi interaksi dengan inti
atom yang ada di
udara menghasilkan berbagai
macam radionuklida. Yang
paling banyak dihasilkan adalah
H-3 dan C-14.Kecepatan peluruhan dan kecepatan pembentukan radionuklida
seimbang, sehingga secara teoritis jumlahnya di alam adalah tetap. Berdasarkan
fenomena tersebut, maka dengan mengukur kelimpahan C-14 yang ada dalam suatu
benda, dapat ditentukan umur dari benda tersebut dan metode penentuan umur ini
dinamakan penanggalan karbon (Carbon Dating).
5. Radioaktivitas
Buatan
5.1 Radioaktivitas
yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir
Energi
yang dihasilkan oleh proses peluruhan dapat digunakan sebagai pembangkit
listrik tenaga nuklir. Dalam instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir, faktor
keselamatan radiasi menjadi prioritas yang utama, dan dengan berkembangnya teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir,
maka tingkat keselamatan radiasinya pun semakin tinggi.
5.2 Radioaktivitas
akibat percobaan senjata nuklir
Radioaktivitas
yang berasal dari jatuhan radioaktif akibat percobaan senjata nuklir disebut
fall out. Tingkat radioaktivitas dari fall out yang paling tinggi terjadi pada
tahun 1963 dan setelah itu jumlahnya terus menurun. Hal itu disebabkan pada
tahun 1962 Amerika dan Rusia mengakhiri percobaan senjata nuklir di udara.
5.3 Radioaktivitas
dalam kedokteran
Radioaktivitas
yang berasal dari radioisotop dalam bidang kedokteran digunakan misalnya untuk
diagnosis, terapi, dan sterilisasi alat kedokteran. Uraian lengkap dari
penggunaan radioaktivitas di bidang kedokteran dapat dibaca pada pokok bahasan
penggunaan radiasi dalam bidang kedokteran.
5.4 Radioaktivitas
dalam rekayasa teknologi
Penggunaan radiasi
dalam bidang pengukuran
(gauging), analisis struktur
materi, pengembangan
bahan-bahan baru, dan
sebagai sumber energi
dibahas dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam
rekayasa teknologi.
5.5 Radioaktivitas
dalam bidang pertanian
Penggunaannya dalam
bioteknologi, pembasmian serangga
atau penyimpanan bahan pangan, dan teknologi pelestarian
lingkungan dibahas dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam produksi
pertanian, knan dan laut( Mohtar.2011).
III.
Nukleon
Nukleon
merupakan partikel-partikel penyusun inti atom/ nukleus. Nukleon mengandung dua jenis partikel dasar
yaitu proton (bermuatan positif)
dan neutron (tidak bermuatan). Massa
Neutron dan proton hampir
sama (neutron sedikit lebih besar). Nukleon
bermassa
hampir 2000 kali massa elektron. Massa sebuah
atom mendekati
massa intinya sendiri (massa elektron diabaikan krn sangat kecil).
Nukleon
terikat bersama gaya tarik inti yang dinamakan gaya kuat. Gaya tarik inti kuat
hanya pada jarak yg sangat pendek. Jika dua nukleon terpisah hanya dalam
beberapa diameter nukleon, gaya inti yg bekerja di keduanya nyaris nol. Ini
berarti, jika nukleon terikat oleh gaya kuat, mereka harus berada dalam volume
yang sangat kecil. Oleh karena itu ukuran inti sangat kecil.
Sementara
itu ada gaya tolak listrik antar proton di dalam inti. Stabilitas disebabkan
oleh keseimbangan antara kecenderungan
gaya kuat untuk memaksa inti bersama dan kecenderungan gaya
listrik untuk memisahkannya. Sebuah inti memerlukan keseimbangan neutron
dan proton untuk kestabilannya.
Untuk
sepasang proton, yg tolak-menolak secara listrik, gaya inti tidak cukup kuat
untuk menahannya bersama-sama. Ketika ada neutron, gaya kuat inti bertambah dan
dapat menjaga proton- proton untuk tidak terlepas karena, gaya tolak listrik. Semakin banyak proton berada dalam
inti, semakin banyak neutron diperlukan untuk menjaganya berada dalam inti(Achmad,1992:185-186).
IV.
Nuklida
Dalam suatu nuklida tersusun atas
nukleon-nukleon, dimana nukleon
tersebut merupakan partikel-partikel penyusun inti atom/nukleus, sedangkan nuklida itu sendiri adalah isotop atom. Suatu
inti atom yang mempunyai jumlah nukleon tertentu disebut nuklida, yaitu atom tanpa elektron
pada kulit-kulitnya. Suatu nuklida dapat dinyatakan dengan lambang unsur
yang dilengkapi nomor massa (jumlah nukleon), sedangkan nomor atom boleh
ditulis atau tidak karena dapat dilihat pada sistem periodik. Sebagai contoh
nuklida sebagai berikut : 20Ca40, 80Hg200
. Partikel penyusun nuklida
kecuali elektron-elektron berada di nukleus. Diantara partikel-partikel
penyusun nukleus yang sudah diketahui proton dan netronlah yang merupakan
partikel yang bermassa besar sehingga jumlahnya sangat menentukan besar
kecilnya massa nuklida. Jumlah proton dalam sebuah nuklida selalu sama dengan
jumlah elektron, akan tetapi jumlah netron dapat sama atau sedikit lebih besar
daripada jumlah protonnya. Susunan
nukleon dan nuklida dibagi menjadi 3 yaitu isotop, Isobar, dann Isoton(Achmad,1992:185-187).
V.
Isotop
Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang
memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom berbeda atau unsur-unsur sejenis
yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutronnya berbeda. Sebagai
contoh, atom-atom oksigen di alam terdiri atas tiga jenis atom oksigen yang
memiliki massa 16, 17, dan 18. Lambang atom untuk ketiga jenis isotp ini adalah
168 O, 178 O , dan 188
O.
Semua unsure di alam terdiri atas
isotop-isotop. Jumlah isotop untuk masing-masing unsur berbeda ada yang dua,
tiga, bahkan timah memiliki sepuluh jenis isotp. Sifat fisik dan kimia isotop-isotop
tersebut sama persis, yang membedakan mereka hanyalah massa atomnya. Perbedaan
massa atom dari isotop disebabkan oleh perbedaan jumlah neuron dalam inti
atomnya.
Beberapa
contoh isiptop lainnya sebagai berikut:
a.
Isotop H: 11 H ; 21 H ; dan 31H.
b.
Isotop C: 126 C ; 126 C ; dan 146
C.
c.
Isotop Cl: 3717 Cl dan 3517 Cl.
d.
Isotop 5428 Fe ; 5623 Fe ; 5728
Fe ; dan 5828 Fe.
VI.
Isobar
Isobar
adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi
mempunyai jumlah nomor massa yang sama. Karena nomor atomnya berbeda maka
sifat-sifatnya juga berbeda.
Contoh:
VII.
Isoton
Isoton
ialah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda),tetapi
mempunyai jumlah neutron yang sama.Karena nomor atomnya berbeda maka
sifat-sifatnya juga berbeda.
Contoh:
VIII. Partikel
dasar yang terlibat dalam reaksi inti dan perbedaan antara reaksi kimia dengan
reaksi inti
·
Partikel dasar yang terlibat dalam reaksi inti
Partikel Dasar yang umumnya
terlibat dalam reaksi inti yaitu:
|
Nama
|
Lambang
|
Nomor atom
|
Nomor massa
|
Massa (sma)
|
|
Proton
|
P atau H
|
1
|
1
|
1,00728
|
|
Neutron
|
N
|
0
|
1
|
1,00867
|
|
Elektron
|
e
|
-1
|
0
|
0,000549
|
|
Negatron
|
Β
|
-1
|
0
|
0,000549
|
|
Positron
|
Β
|
+1
|
0
|
0,000549
|
|
Partikel alpha
|
He atau α
|
2
|
4
|
4,00150
|
Gelombang
elektromagnet yang biasa terlibat dalam reaksi inti adalah γ (gamma) dengan
massa 0 dan muatan 0.
·
Perbedaan antara reaksi kimia dengan reaksi inti
|
No
|
Reaksi kimia
|
Reaksi
Inti
|
|
1
|
Atom diubah susunannya melalui
pemutusan dan pembentukan ikatan
|
Unsur (atau isotop dari unsur yang
sama) dikonversi dari unsur yang satu ke lainnya
|
|
2
|
Hanya elektron dalam orbital atom
atau molekul yang terlibat dalam pemutusan dan pembentukan ikatan
|
Proton, neutron, elektron dan
partikel dasar lain dapat saja terlibat
|
|
3
|
Reaksi diiringi dengan penyerapan
atau pelepasan energi yang relatif kecil
|
Reaksi diiringi dengan penyerapan
atau pelepasan energi yang sangat besar
|
|
4
|
Laju reaksi dipengaruhi oleh suhu,
tekanan, katalis dan konsentrasi
|
Laju reaksi biasanya tidak
dipengaruhi oleh suhu, tekanan dan katalis
|
Aturan
dalam penyetaraan reaksi inti;
1.
Jumlah
total proton ditambah neutron dalam produk dan reaktan harus sama (kekekalan
nomor massa)
2.
Jumlah
total muatan inti dalam produk dan reaktan harus sama (kekekalan nomor atom)( Romdhoni.2012).
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kimia inti adalah kajian mengenai
perubahan-perubahan dalam inti atom. Radiokimia
mempelajari penggunaan teknik-teknik kimia dalam mengkaji zat radioaktif dan
pengaruh kimiawi dari radiasi zat radioaktif tersebut. Radioaktivitas adalah
kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan radiasi dan berubah
menjadi inti stabil. Partikel- partikel penyusun inti yaitu proton dan neutron
disebut nukleon. Nuklida adalah suatu inti atom yang mempunyai jumlah nukleon
tertentu, yaitu atom tanpa elektron pada kulit – kulitnya. Nuklida
dikelompokkan menjadi 3 kelompok: Isotop, Isobar dan Isoton. Partikel dasar
yang ada di reaksi inti ada 4 diantaranya: proton,neutron,elektron dan foton.
Dan perbedaan reaksi inti dengan reaksi kimia terletak pada susunan atom,
susunan orbital. atom, reaksi yang digunakan, serta pengaruh laju reaksi.
Daftar
pusataka
Achmad, Hiskia.1992.Kimia Unsur
dan Radiokimia.Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Anonim.2011.KD2.Kimia
Inti.staff.uny.ac.id/sites/default/files/KD%202.%20Kimia%20inti.pdf
( 04 November 2013)
Anonim.2012.Bab 5
Kimia Inti dan Keradioaktifan. http://imc.kimia.undip.ac.id/mata-kuliah/kimia-dasar-ii/bab-5-kimia-inti-dan-keradioaktifan/.(04November2013)
Mohtar.2011.Inti Atom Radioaktivitas. mohtar.staff.uns.ac.id/files/2008/08/inti-atom-radioaktivitas.ppt.
(04 November 2013)
Romdhoni.2012.Kimia Inti. romdhoni. staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8895/Kimia+Inti
.pdf. (04 November 2013 ).
Wikipedia.ac.id


refrensinya banyak ya,,,,, keren,, boleh kopas ya :)
BalasHapusmakasiii :)